PowerAce Digimodz: Kompetisi Modifikasi Roda Tiga Listrik bersama Kemenperin

Kemenperin bersama PowerAce menggelar Digimodz — kompetisi modifikasi digital motor listrik roda tiga menjadi kendaraan komersial bagi UMKM.
Pada Agustus 2021, Kementerian Perindustrian bersama PowerAce membuka program Kemenperin PowerAce Digimodz — kompetisi modifikasi digital yang menantang peserta merancang motor listrik roda tiga PowerAce menjadi kendaraan komersial yang berguna bagi UMKM.
Program dibuka oleh Direktur ILMATE Kementerian Perindustrian, Sony Sulaksono, dengan total hadiah Rp 50 juta dan Piala Menteri Perindustrian Republik Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju IMX 2021.
Kenapa Modifikasi Digital
Kompetisi ini menempatkan modifikasi bukan sebagai urusan estetika, melainkan sebagai persoalan desain fungsional: bagaimana sebuah basis roda tiga listrik diubah menjadi alat kerja untuk jenis usaha tertentu.
Format digital memungkinkan peserta mengeksplorasi rancangan tanpa biaya fabrikasi — pendekatan yang masuk akal untuk menjaring ide dari kalangan desainer muda yang tidak punya akses ke bengkel karoseri.
Kaitannya dengan Karoseri Kustom
Gagasan di balik Digimodz sejalan dengan salah satu keunggulan PowerAce: kemampuan membangun karoseri sesuai kebutuhan, yang ditopang kapasitas manufaktur PT Dharma Polimetal Tbk. Sejumlah konfigurasi yang kini diproduksi mencerminkan logika yang sama:
- Bak sampah tertutup dengan sistem hidrolik untuk dinas kebersihan
- Unit pemadam kebakaran untuk area yang sulit dijangkau armada besar
- Motor klinik untuk layanan kesehatan keliling
- Bak RAM tiga pilar untuk muatan tinggi
- Boks multi-purpose yang berfungsi sebagai lapak jualan
Konteks: Dukungan pada Kendaraan Listrik Nasional
Keterlibatan Kementerian Perindustrian menempatkan program ini dalam kerangka dorongan pemerintah terhadap kendaraan listrik dan penggunaan produk dalam negeri — arah yang kemudian berlanjut pada pendaftaran produk PowerAce di e-Katalog LKPP dan peluncuran TRIEX EV dengan TKDN 65 persen.
Pada 2021, kendaraan niaga listrik di Indonesia masih berada pada tahap sangat awal. Sebagian besar perhatian tertuju pada sepeda motor dan mobil penumpang, sementara segmen kendaraan kerja nyaris tidak tersentuh — padahal justru di situ perhitungan biaya operasional paling menguntungkan kendaraan listrik, karena rute pendek berulang membuat keterbatasan jarak tempuh baterai tidak menjadi masalah.
Kompetisi seperti Digimodz berperan menjembatani jarak itu: memperlihatkan secara konkret bentuk-bentuk kendaraan kerja listrik yang mungkin dibuat, sebelum pasarnya benar-benar terbentuk.
Warisan Program
Ide yang muncul dari kompetisi semacam ini pada akhirnya bermuara pada pertanyaan yang sama dengan yang dihadapi setiap pembeli kendaraan niaga: bentuk ruang muat seperti apa yang paling sesuai dengan pekerjaan sehari-hari. Jawabannya berbeda untuk pedagang pasar, dinas kebersihan, dan usaha kuliner keliling — dan itulah alasan lini karoseri PowerAce berkembang seperti sekarang.
Langkah Selanjutnya
Lihat lini produk PowerAce, atau hubungi dealer resmi untuk mendiskusikan kebutuhan karoseri khusus bagi usaha atau instansi Anda.


